Untuk R

Dear R,

Saat ini aku sedang berjuang keras untuk membencimu. Ya, aku menyebutnya sebagai sebuah perjuangan keras karena gaya gravitasi yang menarik hatiku untuk selalu kembali jatuh ke hatimu terasa begitu kuat. Aku harus barjuang habis-habisan untuk bisa melawannya.

Jangan pura-pura tidak tahu dan sibuk bertanya kenapa seolah kamu tidak pernah menyakitiku. Jika kamu minta aku membeberkan semuanya, akan tercipta deretan panjang bukti-bukti yang bisa menguatkan kebencianku.

Kamu yang selalu bersikap seolah peduli padaku namun tidak pernah sekalipun mengirim pesan untuk menanyakan kabarku. Selalu aku yang bertanya.

Kamu yang selalu mengatakan bahwa kamu juga memikirkanku namun bahkan tidak ingat hari ulang tahunku. Bagaimana mungkin kamu lupa sementara ulang tahunku hanya berbeda sehari dengan adikmu?

Kamu yang hanya bisa memberi alasan dan senyuman, merasa bahwa aku akan selalu percaya. Aku sudah tidak sebodoh dulu. Alasanmu hanyalah alasan yang kamu buat-buat.

Masih ada banyak lagi yang membuatku memutuskan untuk membencimu. Hal-hal kecil yang mungkin bagimu sepele namun tidak mungkin aku abaikan.

Ya, aku masih mencintaimu. Namun rasa sakit yang aku rasakan jauh lebih dalam dibanding rasa cintaku untukmu.

Maka, biar kita jadi sepasang orang asing saja. Agar langkah ini menjadi lebih ringan.

Advertisements

One comment on “Untuk R

  1. 10ir says:

    Inspiratif Mbak”, Hehehe, Baca Like plus Aku tinggalkan jejak disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s