Looper

Film bergenre science fiction ini berkisah tentang seorang looper bernama Joe (Joseph Gordon-Levitt) yang bekerja untuk sebuah organisasi kriminal dari masa depan dan bertugas membunuh orang-orang  yang dikirim oleh organisasi tersebut dengan menggunakan mesin waktu. Suatu hari Joe ditugaskan membunuh dirinya sendiri yang dikirim dari masa depan. Joe ragu dan akhirnya tanpa sengaja membiarkan Joe Tua (Bruce Willis) melarikan diri.

Dalam pengejarannya, Joe pun akhirnya bertemu kembali dengan Joe Tua. Di kesempatan itu Joe Tua menceritakan tentang Rainmaker, pemimpin organisasi kriminal tempat Joe terikat kontrak yang mengirim Joe Tua untuk dibunuh. Rainmaker juga telah membunuh istri Joe Tua yang amat sangat ia cintai.

Joe Tua berniat ingin membalaskan dendamnya dengan mencari Rainmaker kecil dan membunuhnya. Namun Joe tidak sependapat dengan keinginan Joe Tua dan ia malah berusaha menemukan keberadaan Rainmaker kecil sehingga ia bisa menghalangi niat Joe Tua.

Favorite Part

Ending film ini menurut saya adalah adegan terbaik di antara seluruh adegan dalam film ini. Adegan yang menyentuh dan membuat saya mengangguk setuju akan keputusan yang diambil oleh Joe.

Selain itu akting Rainmaker kecil atau Cid (Pierce Gagnon) benar-benar memukau. Di usia sekecil itu dia benar-benar bisa menampilkan karakter Cid dengan begitu alami dan baik.

Kesimpulan

Jujur, pada awalnya saya kurang berminat untuk menonton film ini. Saya bukan penggemar film-film science fiction dan tadinya saya mengira film ini hanya akan menampilkan kecanggihan visual effect semata. Namun ada satu pertanyaan besar di kepala saya yang akhirnya membuat saya tergoda untuk menontonnya : “Why do so many people say that this movie is great?”.

Saya pun sudah menemukan jawabannya. Film ini berbeda dengan film-film bergenre sama yang lainnya yang berlomba-lomba menampilkan visual effect paling canggih dan keren. Bisa dibilang film ini minim sekali dalam hal visual effect. Cerita dalam film ini lebih menonjol. Ketimbang dibuat terkagum-kagum oleh visual effect, penonton diajak untuk berpikir dan hanyut dalam peran masing-masing karakter.

Bagi anda yang kurang suka genre science fiction, film ini layak anda coba untuk ditonton. Saya jamin anda pun akan dibuat jatuh cinta.

Advertisements

3 comments on “Looper

  1. Teguh Puja says:

    Filmnya bermain watak, jadi memang tidak seperti drama komedi cinta, atau sci-fic yang lain seperti Prometheus. 😀

    Iya, bagian akhir itu yang menjelaskan segala sesuatunya, teka-tekinya terjawab di sana. 😀

  2. arjuninho10 says:

    pertama agak malas brangkat nonton film ini karna keseringan liat gordon levitt 😀
    tp ternyata pas nonto,ga rugi
    filmnya bagus dan setuju buat endingnya
    semua pertanyaan2 yg ada di pikiran selama menonton di awal terjawab pas ending
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s