Architecture 101

Akhirnya kesampaian juga nonton film ini setelah sudah terlalu sering dengar pujian dari orang-orang tentang film ini. Selain karena banyak yang bilang film ini bagus, saya juga dibuat penasaran dengan judul filmnya, Architecture 101. Untuk sebuah film Korea, bergenre romance pula, judul itu bisa dibilang cukup nggak biasa. Ya, biasanya film-film romance Korea lebih sering memakai judul-judul yang berbau romantis juga. Sebenarnya saya agak menyesal nonton film ini. Bukan karena filmnya jelek, melainkan karena efek samping yang harus saya rasakan setelah nonton. Saya harus menanggung perasaan melankolis nggak karuan semalaman šŸ˜€

Film yang dibintangi oleh Uhm Tae-Woong, Han Ga-In, Bae Su-Ji, dan Lee Je-Hoon ini berkisah tentang cinta pertama, kenangan, masa lalu dan masa sekarang. Lee Seung-Min (Uhm Tae-Woong), seorang arsitek yang prestasinya masih biasa saja tiba-tiba kedatangan seorang tamu dari masa lalunya. Ia adalah Yeong Seo-Yeon, wanita yang ia kenal dalam kelas perkenalan arsitektur 15 tahun yang lalu yang juga menjadi cinta pertamanya. Setelah bertahun-tahun nggak bertemu dan bertukar kabar, Seo-Yeon datang untuk memakai jasa Seung-Min membangun kembali rumah ayahnya di Jeju.

Pertemuan yang nggak disangka-sangka oleh Seung-Min itu mengantarkan kepingan-kepingan kenangannya bersama Seo-Yeon kembali padanya. Sementara itu Seo-Yeon yang awalnya berharap bisa memulai kembali hubungan dengan Seung-Min, harus rela memupus harapannya setelah ia mengetahuiĀ  Seung-Min telah memiliki tunangan.

Favourite Part

Nah, ini bagian yang paling sulit untuk saya ceritakan. Banyak banget adegan yang saya suka dari film ini. Ini beberapa adegan yang bisa dibilang jadi adegan yang paling berkesan buat saya.

Pertama, adegan saat Seung-Min menemukan maket rumah yang pernah ia buat untuk Seo-Yeon dulu di antara tumpukan barang di rumah Seo-Yeon. Dalam adegan itu akhirnya terjawablah semua rasa penasaran yang mereka miliki. Adegan itu ditutup dengan Seung-Min dan Seo-Yeon ciuman :p

Kedua, saat foto Seung-Min muncul di antara foto-foto rumah yang sedang Seo-Yeon tunjukkan pada ayahnya di rumah sakit. Ayahnya spontan menanyakan siapa laki-laki dalam foto itu. Sambil menangis Seo-Yeon menjawab kalau laki-laki itu hanyalah seorang teman.

Ketiga tentu saja adegan pamungkas dari film ini alias ending. Adegannya sederhana banget sih tapi sukses bikin perasaan jadi nggak karuan. Apalagi ditambah dengan iringan lagu yang menjadi soundtrack film ini, nggak ada kata yang cocok untuk menggambarkan perasaan yang saya dapat.

Kesimpulan

Film ini layak banget ditonton baik oleh penikmat film romance maupun bukan. Film ini sederhana tapi dijamin meninggalkanĀ  kesan karena ceritanya yang begitu dekat dengan kita. Ya, siapa sih yang nggak punya cinta pertama? Kenangan cinta pertama kita otomatis mampir saat kita nonton film ini.

Hampir nggak ada kekurangan dalam film ini. Akting para aktor dan aktrisnya pun nggak perlu diragukan lagi. Selain itu alunan lagu Etude of Memories milik Kim Dong-Ryul menambah cantik film ini.

Star : 4,5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s