Laki-laki Harus Kuat

Aku masih ingat kapan terakhir kali aku menangis. Saat itu usiaku tujuh tahun. Aku menangisi lolipop kesukaanku yang dirampas oleh sepupuku. Alih-alih mendapatkan penghiburan, aku malah mendapat omelan dari Ayah. Katanya, laki-laki harus kuat, jangan cengeng seperti perempuan.

Sejak saat itu aku berhenti menangis. Ya, aku benar-benar tidak pernah menangis lagi. Termasuk saat kedua orangtuaku meninggal akibat kecelakaan 12 tahun yang lalu. Aku tidak menitikkan airmata setetes pun. Laki-laki harus kuat, jangan cengeng seperti perempuan. Pesan itu selalu melekat erat dalam ingatanku.

Tapi hari ini aku gagal. Airmataku jatuh tanpa bisa kucegah. Awalnya hanya setitik, lalu menjadi dua titik, tiga titik, sampai akhirnya jadi sederas hujan yang sekarang membasahi jalanan di luar kafe ini. Semua karena kamu, yang telah tega mematikan cinta yang terlanjur tumbuh subur di hatiku.

Ayahku pasti sedang memakiku di surga. Laki-laki harus kuat, jangan cengeng seperti perempuan. Mungkin besok aku harus operasi ganti kelamin.

Advertisements
This entry was posted in Fiction.

4 comments on “Laki-laki Harus Kuat

  1. rurimadani12 says:

    “Mungkin besok aku harus operasi ganti kelamin.” << kok kayanya putus asa bgt gitu ya kak ? T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s