Rasa Tidak Perlu Judul

Seperti kembali ke masa beberapa tahun yang lalu. Napas saya sesak. Bukan, kali ini bukan karena penyakit langganan yang dulu hobi manpir. Obat dokter hanya akan jadi sarana pembuangan uang yang percuma.

Napas saya sesak. Karena begitu banyak kata-kata yang tertimbun di dalam. Tidak tahu harus dikeluarkan ke mana dan dengan cara apa. Semua telinga sibuk mendengarkan ocehannya sendiri. Sementara telingaku dipaksa mendengar kebisingan itu.

Telinga siapa yang mau mendengar? Tanpa menghakimi. Tanpa menggurui. Hanya bersedia menjadi tempat rebahan kata-kata yang tertahan di ujung tangis ini.

Saya tidak perlu jalan keluar. Saya tidak perlu penghiburan. Saya hanya minta segenggaman tangan dan sesungging senyuman. Lalu tanpa harus bicara, saya tahuu saya dikuatkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s