Pertanyaan yang Belum Terjawab

Aku masih bisa mengingat dengan jelas pertemuan pertamaku dengan Arion. Perayaan ulang tahun pernikahan ayah dan ibu yang biasanya hanya kami rayakan bertiga, kali itu kedatangan seorang tamu. Seorang pria usia 25 tahunan dengan tubuh tinggi dan tegap ayah perkenalkan kepada aku dan ibu.

“Arion,” ia menyebutkan namanya sendiri dengan  kikuk.

Saat itu aku masih duduk di semester tiga kuliahku sementara Arion sudah menjadi pegawai kesayangan ayahku. Ayah yang sejak dulu menginginkan kehadiran seorang anak lelaki, tampak begitu gembira dengan keberadaan Arion. Bukan hanya sekali itu ayah mengundang Arion ke rumah. Hampir setiap hari Arion datang. Sekadar untuk makan malam, bahkan tidak jarang pula ayah memaksanya menginap di rumah kami.

“Arion ini perantauan, di Jakarta tidak punya siapa-siapa. Kita bisa jadi keluarga untuknya. Lagipula Ayah jadi punya teman ngobrol, tidak kesepian saat kalian berdua sibuk nonton sinetron,” ujar ayah saat kami menanyakan kenapa beliau begitu baik pada Arion.

Pada awalnya ibu memang tidak  terlalu suka jika Arion sering datang dan menginap di rumah. Ibu menjadikanku sebagai alasan, tidak baik membiarkan pemuda asing menginap di rumah di mana ada seorang gadis tinggal. Namun setelah mengenal dan melihat sikap Arion yang sopan, keberatan ibu pun hilang. Bahkan, saat ayah pergi ke luar kota atau luar negeri untuk urusan bisnis, Arion lah yang menjaga kami. Kami benar-benar sudah seperti keluarga.

Aku sendiri gembira saja dengan kehadiran Arion. Dia seperti seorang kakak buatku. Dia selalu menjaga, melindungi dan memperhatikanku. Dia juga tidak keberatan mendengarkan cerita-ceritaku yang mungkin sebenarnya membosankan baginya. Dia selalu ada untukku dan tanpa kusadari aku makin bergantung padanya.

Namun ada satu gambar masa lalu yang terkadang muncul dan cukup membuatku gusar. Hari itu ayah sedang pergi ke luar kota. Aku pulang kuliah lebih cepat karena tidak ada dosen. Rumahku sepi, siang-siang begini ibu pasti sedang asyik membaca buku di kamarnya sementara Arion tentunya masih di kantor. Aku masuk ke rumah tanpa mengucap salam dan langsung menuju dapur untuk mengambil minum.

Perasaanku seketika berubah menjadi aneh ketika aku melihat pemandangan di teras belakang yang berhadapan dengan dapur. Tampak seorang pria dan seorang wanita sedang berpelukan. Aku kenal betul mereka. Ya, mereka adalah Arion dan ibuku. Aku berdiri mematung menyaksikan pemandangan aneh itu.

Beribu pertanyaan bergantian menyusupi benakku. Tapi pertanyaan terbesarnya adalah, kenapa mereka berpelukan? Aku mereka-reka sendiri jawaban yang masuk akal untuk pertanyaanku itu. Aku tahu ibuku sudah menganggap Arion sebagai anaknya sendiri jadi mungkin saja pelukan itu adalah pelukan antara ibu dan anak. Seperti yang biasa terjadi antara aku dan ayah.

Aku memutuskan untuk meyakini jawaban itu meskipun masih terasa ada yang mengganjal di hatiku. Sepertinya ada jawaban lain yang lebih tepat untuk semua itu. Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat, menyangkal pikiran-pikiran negatif yang mencoba menguasaiku. Aku percaya pada mereka berdua, terutama ibuku.

Kukubur dalam-dalam rasa curiga yang berusaha mengintip. Kulupakan semua seolah aku tidak pernah melihat apapun. Aku menjalani hidup dengan normal, bahagia seperti sebelumnya.

Waktu terus berlalu, pertanyaan itu kadang muncul kembali. Namun hingga detik ini tidak pernah sekali pun aku menanyakannya, pada Arion apalagi ibu. Aku menganggapnya sebagai sebuah pertanyaan konyol. Atau mungkinkah sebenarnya aku terlalu takut mendengar jawaban yang sesungguhnya dan mungkin akan merusak semua yang telah terbangun indah ini?

Advertisements

2 comments on “Pertanyaan yang Belum Terjawab

  1. […] “Pertanyaan yang Belum Terjawab” (@rin_hapsarina) […]

  2. […] “Pertanyaan yang Belum Terjawab” (@rin_hapsarina) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s