About Him

Tuhan,
Aku berjanji akan mencintainya dengan bahagia.
Aku berjanji tidak setetes air mata pun kujatuhkan karenanya.
Aku berjanji untuk mencintainya tanpa mengharapkan balas.
Aku tahu…
Aku tahu bagaimana akhirnya.

Tapi Tuhan,
Memandang gambar wajahnya membutku lupa janjiku.
Merindukan dia yang kini ada begitu jauh tetap terasa pilu.
Dan menahan diri untuk tidak mengatakan bahwa aku begitu menyukainya adalah penyiksaan terkejam.

Tuhan,
Aku ingin menjaga hatiku dari rasa sakit.
Membentengi diri dari harapan yang sekadar mimpi.
Meyakinkan diriku bahwa ini sudah lebih dari cukup.

Namun Tuhan,
Aku mencintainya.
Cinta adalah harapan.
Cinta adalah air mata.
Akhirnya aku hanya mampu berharap air mata ini akan menjadi air mata bahagia.
Saat ia kembali.
Saat ia tersentuh hatiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s