Kecewa

Langit yang memayungi taman ini makin menggelap. Lalu-lalang orang-orang pun makin menyepi. Berkali-kali kulihat jam di pergelangan tanganku. Sudah lewat dua jam dari waktu yang kita sepakati kemarin namun aku sama sekali belum bisa melihat senyum manismu menyapaku.
Aku bangkit dari duduk dan memilih untuk berjalan mondar-mandir demi meredakan kekhawatiranku. Kuperiksa layar ponselku, tidak ada telepon atau satu sms pun darimu. Aku masih ingat betul saat kemarin kamu menyanggupi permintaanku untuk bertemu malam ini. Awalnya kamu memang sempat mengambil waktu sejenak untuk berpikir tapi begitu aku bilang bahwa ada hal penting yang ingin aku sampaikan, kamu pun akhirnya setuju. Kamu sendiri yang memilih taman yang tidak jauh dari rumahmu ini sebagai tempat pertemuan kita, lalu sekarang kamu di mana?
Kuambil lagi ponselku dari dalam tas tanganku. Segera kususuri deretan nomor telepon dalam phonebook-ku dan berhenti di namamu. Jika kamu tidak memberiku kabar, biar aku yang menanyakan keberadaanmu.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.” Alih-alih suaramu yang menyambutku, aku harus cukup puas dengan sambutan hangat mesin penjawab otomatis milik operator seluler.
Aku tertawa sinis. Bukan hanya kamu membuatku menunggu tanpa kabar, kamu bahkan mematikan ponselmu. Kamu benar-benar seorang pengecut! Terlalu takutkah kamu untuk menghadapi apa yang ingin aku sampaikan? Atau kamu pikir aku akan mengikatmu di bangku taman ini dan melarangmu pergi sebelum kamu menerima cintaku? Aku tidak peduli jika kamu menolakku, tapi paling tidak tunjukkan penghargaanmu atas keberanian yang sudah susah-payah kukumpulkan dengan kehadiranmu di sini.
Aku membuang napas kesal. Kata hatiku mengatakan kamu tidak akan pernah datang, aku percaya kata hatiku. Kulangkahkan kakiku dengan gontai meninggalkan taman. Aku sudah kamu tolak sebelum aku sempat bicara sepatah kata pun.
“Terima kasih sudah membuatku kecewa malam ini,” ujarku setelah tanda untuk meninggalkan pesan berbunyi.

Advertisements
This entry was posted in Fiction.

2 comments on “Kecewa

  1. naa…postingan u kok selalu menggunakan emosi perasaan yg terdalam yaa…hehe…itu ciri khas u naa yg g liat…hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s