Like The Moon

Akhirnya aku bisa mengerti semua.
Bulan tetap ada di tempatnya walau tak terlihat.
Ia hanya harus menanti setetes cahaya matahari, lalu sejuta mata akan memandanginya takjub.
Ia memilih diam, tanpa perlawanan.
Akhrnya aku bisa mengerti semua.
Aku hanya harus menanti terpaan lembut sebuah cahaya dan mengajakku berdansa dengan kilaunya.

Advertisements
This entry was posted in Poetry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s